PDFCetakSurel

Cara Membuat Lawar Bali

resep masakan tradisional - resep masakan tradisional

Penilaian Pengguna: / 4
JelekBagus 
Cara Membuat Lawar Bali - 5.0 out of 5 based on 4 votes

Cara Membuat Lawar Bali

Cara Membuat Lawar Bali


Lawar Siap Putih (Lawar Ayam) Bali
Lawar (lawar bali) merupakan masakan tradisional berupa campuran sayur-sayuran dengan daging cincang yang diberi bumbu khas bali dan berasal dari Bali. Lawar bali lazim disajikan dalam upacara dan upakara di bali, rumah tangga di Bali, maupun dijual secara luas di restoran-restoran dengan sebutan lawar Bali.


Lawar bali terbuat dari daging yang dicincang, sayuran segar, bumbu-bumbu serta kelapa. Untuk jenis lawar tertentu ditambahkan bahan yang bisa menambah rasa dari lawar tersebut yaitu darah dari daging tersebut. Darah ini dicampur dengan bumbu-bumbu tertentu hingga menambah lezat lawar bali tersebut. Lawar sendiri merupakan masakan yang tidak bisa bertahan lama, bila didiamkan di udara terbuka hanya dapat bertahan setengah hari.

Lawar diberi nama sesuai dengan jenis daging yang digunakan maupun jenis sayurannya. Secara garis besar, ada 5 jenis lawar sesuai dengan jenis daging yang dipakai. selain juga penamaan dari jenis sayuran yang dipakai.

 

  • Lawar Siap (Lawar Ayam) – Lawar bali yang memakai daging ayam.
  • Lawar Celeng (Lawar Babi) – Lawar bali yang memakai daging babi.
  • Lawar Penyu – Lawar bali yang memakai daging penyu. Saat ini sudah dilarang kecuali benar-benar untuk keperluan upacara atau upakara. Ini untuk menjaga kelestarian penyu yang semakin terancam punah.
  • Lawar Barak (Lawar Merah) – Lawar bali yang memakai darah sebagai bahan campuran, untuk dagingnya bisa salah-satu diantara ketiga jenis daging di atas.
  • Lawar Putih – Lawar bali yang tidak memakai darah sama sekali. Disamping memang ada jenis upacara atau upakara di bali yang mengharuskan penggunaan lawar putih, ada juga yang tidak suka memakai darah sebagai bahan campuran.
  • Lawar Padamare - lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar (daging).


Untuk masakan mama kali ini kita akan membuat campuran lawar putih dengan lawar ayam. Yaitu lawar yang dibuat dari daging ayam, ati dan usus ayam serta tidak menggunakan darah sama sekali. Ini untuk sebagian besar masyarakat Indonesia tidak diperbolehkan makan darah maupun daging babi, termasuk admin. Jadi kita buat Lawar bali yang "HALAL".  Lawar bisa mama sajikan sebagai teman nasi bersama jenis lauk-pauk lainnya.

Cara Membuat Lawar Siap Putih Bali



Bahan Pembuat Lawar
Bumbu bumbu untuk lawar cukup banyak, amam bisa menguranginya bila kurang berselera atau sulit didapat, tapi jika mama benar-baner menginginkan lawar nya asli seperti buatan Semeton Bali, usahakan bumbnya lengkap.

Bahan utama lawar siap putih Bali

  • 1 btr kelapa muda, pilih yang dagingnya masih agak lembek. Biasa disebut ”kuwud” di Bali.
  • 2 btr kelapa sedang, daging sudah tidak lembek tapi belum tua.
  • 1 kg daging ayam
  • 1/2 kg usus ayam
  • 1/2 kg hati ayam
  • Kacang Panjang (jika lebih suka lawar yang ada campuran kacang panjangnya, seperti dalam gambar utama di atas)

Bumbu Lawar Bali
Bila mama ingin membuat lawar yang seenak aslinya, terdapat 3 kelompok bumbu yang mama perlukan, yaitu:

Bumbu Utama “basa gede” yaitu terdiri dari:

  • Laos
  • Kunyit
  • Jahe
  • Kencur
  • Kemiri
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Lada hitam + lada putih


Bumbu Penggurih “basa penyangluh’ yaitu terdiri dari:

  • Laos
  • Kemiri
  • Bawang putih
  • Kencur


Bumbu “Embe” yaitu terdiri dari:

  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Jeruk limau
  • Terasi
  • Cabe


Langkah-langkah Cara Membuat Lawar Siap Putih Bali
Terdapat 3 tahap utama dalam membuat lawar Bali:

Tahap 1 Mengolah Bahan Utama

  1. Buat santan dari 1 butir kelapa sedang, simpan santan dalam wadah. Simpan juga ampasnya untuk nanti digunakan bersama kelapa bakar.
  2. Kupas kelapa muda dan potong dagingnya menjadi 4 lembaran besar, setelah itu bakar dalam api sedang selama 5 menit. Kelapa bakar ini diiris-iris serong atau dirajang setengah halus, campur dengan ampas kelapa sisa buat santan.
  3. Rebus daging ayam hingga matang, bisa diberi garam dan bumbu penyedap ayam sesuai selera. Setelah matang, iris tipis-tipis sama dengan ukuran  irisan kelapa muda. Satukan.
  4. Siapkan usus dan ati ayam, potong-potong dan tusuk-tusuk ati dan usus, kemudian bakar hingga matang. Setelah cukup matang, iris-iris sesuai ukuran daging ayam dan kelapa muda, simpan dalam wadah terpisah.


Tahap 2 Mengolah Bumbu Lawar

  1. Bumbu Utama atau basa gede seperti kencur,  laos, jahe, bawang putih, kunyit, kemiri, lada hitam + lada putih, dirajang.
  2. Bumbu penggurih atau basa penyangluh seperti kencur, laos, bawang putih, kemiri, bersama dengan bumbu utama (basa gede)  ditumbuk bersama sampai halus. Sesudah halus, goreng memakai minyak kelapa sampai cukup matang. Sesudah mengeluarkan aroma, tuangkan santan. Aduk bumbu dan santan sampai benar-benar merata serta kental.    Bumbu “embe”, dan bawang merah serta bawang putih diiris tipis melintang. Cabe dicincang kasar. Cabe dan bawang  digoreng bersama dengan terasi sampai matang, namun jangan sampai gosong. Simpan dalam mangkok, tambahkan garam secukupnya kemudian diremas-remas.


Tahap 3. Buat Adonan Lawar (Ngaduk Lawar)

  1. Siapkan wadah lawar yang agak besar, bisa memakai basom atau panci ukuran besar. Sekedar untuk diketahui, pada asalnya di desa-desa di Bali proses “ngadukang” lawar umumnya dilakukan di atas “Nyiu/Ngiu/nyiru” (=alat penampon beras) yang diberi alas daun pisang. Bahkan bila dibuat banyak didaerah tertentu lawar diaduk di atas tikar pandan.
  2. Masukan kelapa bakar cincang, daging ayam iris, usus iris, hati iris dan ampas kelapa. Aduk semua hingga rata.
  3. Tambahkan bumbu ke dalam wadah lawar adonan dan aduk dengan bahan utama sampai semua teraduk rata.
  4. Beri perasan jeruk limau, lakukan secara bertahap agar tidak terlampau banyak atau kurang.
  5. Sesudah semua bahan tercampur, tambahkan bumbu "embe" kedalam lawar. Setelah itu campur hingga merata, Lawar siap disajikan!


Saat membuat lawar untuk upacara di Bali biasanya semua persiapan dan juga pengolahan bahan dilakukan secara bersamaan. Adakalanya bumbu "embe" disajikan terpisah dalam piring kecil digabung dengan garam dan cabe utuh. Di Badung dan Gianyar biasanya menggunakan campuran kacang panjang, namun ditempat lain biasa menggunakan nangka muda atau kates. Sayuran ini disajikan terpisah dan biasa disebut dengan nama "Jejeruk".

Lawar memang cukup bervariatif antara suatu daerah dengan daerah lainnya di Bali. Lawar khas Tabanan misalnya agak berbeda dengan lawar Karangasem. Begitu juga dengan lawar khas Gianyar berbeda dengan Buleleng. Semoga mama bisa menyajikan resep masakan Bali ini dalam acara keluarga.



Newer news items:
Older news items: